Diskriminasi Gender (Potret Perempuan dalam Hegemoni Laki-laki) SATU TINJAUAN FILSAFAT MORAL

Diskriminasi Gender Bu Widi

Bagaimana jika seorang bayi laki-laki lebih dikehendaki kehadirannya karena laki-lakilah yang akan meneruskan nama keluarga, dialah yang berpeluang tampil memimpin di dunia publik dan domestic, oleh karena itu harapan orang tua akan lebih dibebankan kapada anak laki-laki yang baru dilahirkan. Bayi perempuan yang lahir kelak menjadi seorang ibu dan tanpa harus ada kata sepakat diamenjadi orang tua yang lebih menghendaki bayi laki-laki untuk meneruskan nama keluarga.

Seorang ibu adalah perempuan, sama dengan perempuan lainnya yang dihadapkan pada suatu realitas sosial, sebuah kanyataan atau kontrak sosial yang telah disepakati selama ribuan tahun. Dalam Diskriminasi Gender kita akan diajak lebih mendalami dan menjadi kritis terhadap norma-norma, kebenaran-kebenaran ataupun nilai-nilai universal yang selama ini dianut oleh masyarakat kita.



© Menara Ilmu, Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada - 2016