Etika dalam Lakon Kumbakarna Gugur

Etika dalam Lakon Kumbakarna Gugur.

Rasa nasionalisme atau cinta terhadap tanah air dan bangsa serta jiwa kepahlawanan merupakan semangat yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia di era globalisasi ini. Namun demikian, seiring dengan berjalannya arus modernisasi, jiwa dan semangat tersebut dirasakan semain memudar. Untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme, karena itu, perlu digali kembali ajaran-ajaran “kearifan” yang terkandung dalam khasanah budaya Indonesia. Salah satu kekayaan seni dan budaya Indonesia adalah pertunjukan wayang kulit Purwa yang sarat akan ajaran-ajaran kehidupan.

Wayang merupakan cerminan kehidupan manusia secara kongkret. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa filsafat wayang berakar dari realitas nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Wayang merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia Indonesia karena proses spiritual. Pengamatan yang mendalam terhadap wayang menunjukkan wayang bukan hanya seni yang bertujuan untuk memberikan kepuasan lahiriah saja, melainkan juga memberikan kepuasan batiniah.

Terkait dengan hal tersebut maka buku ini hadir untuk mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam wayang Purwa, khusunya Lakon Kumbakarna Gugur. Lakon  ini sangat menarik, karena didalamnya terdapat berbagai macam problematika dan dilemma moral. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi pendidikan bela Negara yang bersumber dari budaya asli Indonesia.



© Menara Ilmu, Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada - 2016